Di zaman yang modern ini, tidak hanya teknologi dan sains yang semakin berkembang. Dari dunia sastrapun sama. Dunia sastra banyak mengalami perubahan mulai dari bentuk dan kaidahnya. Semua disesuaikan dengan generasi muda yang kreatif dan punya gayanya sendiri. Contohnya adalah puisi. Saat ini puisi sudah tidak terpaku lagi pada aturan jumlah baris, rima, makna, maupun ikatan lainnya seperti pada puisi lama. Kini para penyair mulai membuat puisi dengan bebas mengikuti imajinasi yang semakin tak terbatas. Puisi modern juga akan semakin memperkaya dunia sastra dengan keunikan baru yang ditampilkannya.
Berikut ini adalah contoh puisi modern yang tidak terikat dengan aturan-aturan puisi lama.
POETRY EXPRESS YOUR SENSEBETRAYAL
Daun kering itu saja tahu aku sendirian
Tahu aku lemah, hampir hancur
Dia yakin benar
Jiwa ini tak bisa kuandalkan
Tak bisa beri rasa hidup
Mata hanya hitam putih
Lalu suara hanya hampa
Bahkan hatiku tak merah lagi
Tapi apa yang lebih kuimpikan
Apa yang lebih kudamba
Saat dunia terasa begitu buram
Saat dunia suruh langit tutup wajahnya
Seketika kau datang bersama debu - debu
Bersama sinar silau bulan yang menakutkan
Kau datang bawa langkah kecil itu
Untuk hisap jarakku
Lalu percayakah
Bersama serpihan salju yang kau turunkan
Yang hinggapi bulu mataku
Bersama cahaya yang kau pancarkan
Yang sinari kulit cokelatku
Seperti keajaiban
Kau jadikan dunia ini biru lagi
Genggaman tanganmu
Hidupkan nadiku
Kedipan matamu
Hidupkan hatiku
Lalu senyummu itu
Hidupkan jiwaku
Aku seperti bisa membirukan api
Bisa membekukan angin
Bisa mencairkan batu
Bisa segalanya, terima kasih
Tapi apa ini?
Apakah hujan turun semalam?
Bersama angin kencang?
Badai?
Petir?
Meteor, mungkin?
Karena ketika hitamku hampir putih
Nyatanya, tanah kotor itu bilang
Genggaman tanganmu
Hanya untuk melumpuhkanku
Kedipan matamu
Hanya untuk membutakanku
Senyumanmu
Hanya untuk menyiksaku
Tubuhku, kini
Bagai tanpa tulang
Rapuh lagi
Bagai tanpa darah
Pucat lagi
Bagai tanpa rasa
Tanpa suka, tanpa marah, tanpa benci
Tanpa cinta
Dengan itu kau pergi
Terbang, bersama sayap patahmu
Tinggalkan semua kekacauan ini
Tinggalkan ragaku
Bagai panglima tinggalkan perang
Bagai kumbang tinggalkan bunga
Atau bagai matahari tinggalkan bulan?
Terserahlah
Yang kutahu, setelah semuanya
Apakah ini sebuah penghianatan?
Apakah kau seorang penghianat?
terima kasih puisinya sangat membantu tugas sekolah saya
BalasHapussama-sama..
BalasHapuspuisinya sangat membantu saya.... thanks!!
BalasHapusgood good...
BalasHapus